Header Ads

Guru SMPN 19 Dian Rahmawati, Ubah Lingkungan Berdaya Ekonomi

Guru SMPN 19 Dian Rahmawati, Ubah Lingkungan Berdaya Ekonomi - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Guru SMPN 19 Dian Rahmawati, Ubah Lingkungan Berdaya Ekonomi, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Guru SMPN 19 Dian Rahmawati, Ubah Lingkungan Berdaya Ekonomi
link : Guru SMPN 19 Dian Rahmawati, Ubah Lingkungan Berdaya Ekonomi

Baca juga


Guru SMPN 19 Dian Rahmawati, Ubah Lingkungan Berdaya Ekonomi


KARYA SENDIRI: Dian Rahmawati menikmati es krim sukun bersama para siswa SMPN 19 Surabaya.
(Dika Kawengian/Jawa Pos/JawaPos.com)

Sukun direbus atau digoreng sudah biasa. Guru pembina lingkungan hidup SMPN 19 Dian Rahmawati mengajak siswa membuat sukun bernilai lebih. Jadilah es krim sukun yang segar.

SENYUM Dian Rahmawati mengembang saat menemui Jawa Pos di ruang tunggu SMPN 19 beberapa waktu lalu. Menenteng sebuah map berisi lembaran kertas dan sertifikat, Dian terlihat terburu-buru. ”Sebentar, saya ke kelas sebentar,” tuturnya.

Sore itu, Dian mendapat jatah melatih anak-anak mengaji Alquran dalam kegiatan pondok Ramadan. Waktu mengaji tersebut berlangsung hingga menjelang berbuka puasa. ”Hari ini kami bagikan camilan spesial untuk siswa. Kami akan memberikan es sukun,” ucapnya.

Nama es sukun belum familier di pasaran. Es tersebut memang baru diproduksi di SMPN 19. Meski belum terkenal, es yang disajikan dalam cup segenggaman tangan itu tidak kalah lezat daripada es krim buatan pabrik. Yang paling penting, es krim sukun dibuat tanpa bahan pengawet dan pemanis buatan.

Ide pembuatan es sukun tersebut muncul setelah sekolah mendapat tantangan dari program Surabaya Ecopreneur School (SES) yang diselenggarakan Tunas Hijau. Program itu mengajak sekolah berlomba menciptakan produk bernilai jual. Basisnya, pemanfaatan lingkungan. ”Kebetulan, di sekolah kami ada beberapa pohon sukun,” tutur koordinator adiwiyata tersebut.

Dian Rahmawati itu...


Dian Rahmawati itu...
(Grafis: Erie Dini/Jawa Pos/JawaPos.com)

Sukun dipilih lantaran belum maksimalnya pengolahan buah tersebut menjadi penganan bernilai ekonomi tinggi. Selama ini sukun hanya diolah dengan cara digoreng atau direbus. Produk olahan tersebut biasanya juga dihargai murah.

Cara untuk membuat es krim sukun terbilang mudah. Buah sukun dikukus, kemudian diblender hingga halus. Untuk memperkuat rasa, tinggal tambahkan susu kental manis dan sedikit buah durian. ”Aroma buah durian ini menghilangkan langu buah sukun,” ungkapnya.

Meski terlihat sederhana, es krim sukun buatan siswa dan guru SMPN 19 tersebut ternyata memiliki banyak peminat. Buktinya, es krim sukun selalu ludes terjual. Selain dijual di sekolah, es krim sukun dipasarkan di Kelurahan Sukolilo, Deles, dan sebuah hotel di kawasan Tunjungan.

Selain es krim, perempuan kelahiran 22 Oktober 1965 tersebut mengungkapkan, penjualan sayur pot ikut memberikan keuntungan. Produk lingkungan SMPN 19 itu terdiri atas beberapa jenis sayuran. Di antaranya, cabai, jeruk nipis, sawi, dan kenikir.

Ada pula sumber dana dari limbah lingkungan yang mereka olah. Mulai bank sampah hingga takakura yang hasilnya bisa dijual sebagai kompos.

Dari pemberdayaan lingkungan tersebut, SMPN 19 mampu menghasilkan sekitar Rp 23 juta per tahun. ”Semua pendapatan tersebut kami gunakan untuk kegiatan lingkungan,” jelas guru seni dan budaya itu.

Sebagai guru pembina lingkungan hidup, Dian tidak sendiri dalam mengembangkan gerakan cinta lingkungan di sekolah. Dian membentuk 20 tim kerja yang mengatur setiap kegiatan lingkungan. Di antaranya, pokja biopori, produk ikon, pokja toilet, dan pokja bank sampah. ”Koordinatornya memang guru, tapi anggota seluruhnya siswa kelas VII sampai IX,” jelasnya.

Meski berbagai tim telah dibentuk, tidak semua siswa langsung tertarik untuk terlibat aktif. Siswa yang tercatat sering pasif. Tak jarang mrotol sebelum berbuat apa-apa.

Berkurangnya siswa yang aktif tersebut tidak membuat Dian berkecil hati. Bersama siswa yang masih mau bergelut dengan lingkungan, Dian mengajak mereka ke luar sekolah. Mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Kegiatan tim tersebut, antara lain, membuat biopori di beberapa lokasi rawan banjir, menanam mangrove di Pantai Kenjeran, hingga melakukan sosialisasi ke beberapa SD. Semua kegiatan itu dilaksanakan secara bertahap. Siswa yang semula ogah-ogahan akhirnya semangat berperan serta. ”Buktinya, mereka ramai-ramai ikut saat kegiatan lingkungan setiap Sabtu dan Minggu,” ujarnya. (elo/c7/nda)

Alur Cerita Berita


Rekomendasi Untuk Anda


Sumber: jawapos.com


Demikianlah Artikel Guru SMPN 19 Dian Rahmawati, Ubah Lingkungan Berdaya Ekonomi

Sekianlah artikel Guru SMPN 19 Dian Rahmawati, Ubah Lingkungan Berdaya Ekonomi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Guru SMPN 19 Dian Rahmawati, Ubah Lingkungan Berdaya Ekonomi dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/guru-smpn-19-dian-rahmawati-ubah.html
Powered by Blogger.