Hii! Sudah Tidak Berkepala dan Terpotong, Daging Tuna Ini Masih Bergerak
Judul : Hii! Sudah Tidak Berkepala dan Terpotong, Daging Tuna Ini Masih Bergerak
link : Hii! Sudah Tidak Berkepala dan Terpotong, Daging Tuna Ini Masih Bergerak
Hii! Sudah Tidak Berkepala dan Terpotong, Daging Tuna Ini Masih Bergerak
KEJADIAN aneh yang sedikit menyeramkan terekam dalam video viral yang diunggah di Twitter. Dalam rekaman tersebut, tampak seekor tuna yellowfin yang sudah dipotong jadi dua masih bergerak di dalam wadah plastik tempat dagingnya diletakkan.
Rekaman yang diunggah oleh Yutaka Suzuki tersebut terlihat ikan yang seharusnya sudah mati itu menggelepar di dalam baki selama lebih dari satu menit. Meskipun video yang dilansir Mashable, Senin (10/7/2017) itu tidak mengidentifikasi jenis ikan secara jelas, tetapi suara perempuan di dalam rekaman tersebut menyebutkan bahwa ikan itu adalah buri, bahasa Jepang untuk tuna yellowfin.
BERITA REKOMENDASI
魚の生命力が凄い pic.twitter.com/LjoIO3609n— 鈴木豊 Yutaka Suzuki (@Q57OUPrpy8OZaWt) July 5, 2017
Netizen di Twitter menduga saraf ikan itu tidak dipotong secara benar sehingga meskipun telah terpotong, tubuhnya masih bisa bergerak. Neuron dari otot motorik ikan dipicu oleh sinyal listrik yang masih bisa aktif setelah otak mati.
Nelayan Jepang biasanya menusukkan kayu langsung ke kepala ikan dalam metode yang disebut dengan ikejime. Metode ini langsung menyebabkan kematian otak dan menghentikan refleks otot tak disengaja. Saat ikejime dilakukan dengan benar, sirip ikan akan mengembang dan akan rileks.
Para pendukung metode ini mengatakan bahwa tidak melakukan ikejime saat pemotongan dapat mempengaruhi rasa ikan. Hal ini dikarenakan otot ikan menghasilkan asam laktat saat mereka menggelepar dan bergerak-gerak.
Sumber: okezone.comDemikianlah Artikel Hii! Sudah Tidak Berkepala dan Terpotong, Daging Tuna Ini Masih Bergerak
Anda sekarang membaca artikel Hii! Sudah Tidak Berkepala dan Terpotong, Daging Tuna Ini Masih Bergerak dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/hii-sudah-tidak-berkepala-dan-terpotong.html
Post a Comment