Header Ads

Nila Tanzil Membangun Puluhan Perpustakaan untuk Anak-anak Indonesia Timur

Nila Tanzil Membangun Puluhan Perpustakaan untuk Anak-anak Indonesia Timur - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Nila Tanzil Membangun Puluhan Perpustakaan untuk Anak-anak Indonesia Timur, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Nila Tanzil Membangun Puluhan Perpustakaan untuk Anak-anak Indonesia Timur
link : Nila Tanzil Membangun Puluhan Perpustakaan untuk Anak-anak Indonesia Timur

Baca juga


Nila Tanzil Membangun Puluhan Perpustakaan untuk Anak-anak Indonesia Timur

TABLOIDBINTANG.COM -  Ketika tengah berada di puncak karier, Nila Tanzil justru meninggalkan pekerjaannya. Meski punya segudang pengalaman bekerja di perusahaan multinasional, Nila lebih tertarik membangun perpustakaan di wilayah timur Indonesia. 

Rasa cinta Nila pada buku jadi alasan utama. Melihat anak-anak di timur Indonesia tidak bisa mengakses buku, Nila terenyuh.

"Perpustakaan tidak ada sama sekali, buku pelajaran juga cuma dipinjamkan kepada anak-anak pas sekolah," kenang Nila, yang bekerja di Labuan Bajo mewakili perusahaan konservasi alam kala itu. 

Baca juga

Nila, yang semasa kecil dikelilingi buku, ingin anak-anak itu punya kesempatan sama.

"Saat kecil, aku tiap hari baca buku dan bisa mengelilingi 34 negara terinspirasi buku Petualangan Tintin. Anak-anak di pelosok juga harus dapat inspirasi seperti ini," ujar wanita yang hobi berlibur seorang diri ini.

Nila memberanikan diri membangun 3 perpustakaan berjalan pada 2009, dengan nama Taman Bacaan Pelangi. Bermodalkan dana pribadi 5 juta rupiah, ia membeli 200 buku cerita di Jakarta. 

Perpustakaan pertama dibuka di Kampung Roe, Flores, disusul 2 perpustakaan lagi dua bulan berturut-turut. Antusiasme anak-anak menguatkan Nila untuk terus berjuang.

Nila Tanzil Membangun Puluhan Perpustakaan untuk Anak-anak Indonesia Timur  (dok. Pribadi)

zoom

"Anak-anak bersukacita sekali ketika melihat buku," sambung dia. 

Wanita kelahiran tahun 1976 ini sadar tidak bisa hanya mengandalkan dana pribadi. Mulailah Nila mencari donasi dari teman-temannya hingga membagikan ceritanya mendirikan perpustakaan lewat media sosial. Donasi pertama pun datang.

"Aku ingat sekali donasi pertama itu dari orang yang tidak aku kenal. Aku terharu sampai menangis," ucap Nila. Setelahnya, berbagai donasi bahkan tenaga sukarelawan mengalir. 

Langkah Nila makin mantap dan beralih mendirikan perpustakaan ramah anak di sekolah. Alasannya, pengelolaan yang lebih stabil.

Sekolah yang terpilih harus menjalankan mata pelajaran kunjungan perpustakaan seminggu sekali selama satu jam. Para guru yang telah memperoleh pelatihan bertugas membacakan isi buku cerita di depan murid. Tujuannya, agar anak tertarik membaca. 

Setiap buku di perpustakaan ditandai dan disusun dalam enam level. "Kami menandai setiap level dengan nama hewan, misalnya level kumbang, ikan, dan seterusnya supaya anak tidak berkecil hati ketika berada di level yang rendah," beber Nila.

Pengelompokan buku ini memudahkan anak memilih jenis buku sesuai kemampuan baca mereka. Orang tua murid juga diperbolehkan meminjam buku untuk dibacakan kepada anak mereka. 

Usaha Nila berbuah manis. Kini Taman Bacaan Pelangi memiliki 58 perpustakaan, masing-masing dengan koleksi 1.000-3.000 buku, yang tersebar di 15 pulau di timur Indonesia.

Nila Tanzil Membangun Puluhan Perpustakaan untuk Anak-anak Indonesia Timur  (dok. Pribadi)

zoom

Agar fokus, Nila meninggalkan pekerjaannya 4 tahun lalu dan mendirikan bisnis sosial Travel Sparks pada 2014. Bisnis sosial ini impiannya sejak lama dan jadi salah satu penyokong dana Taman Bacaan Pelangi. Tekadnya yang sudah bulat sempat diragukan sang ibu.

"Ibu sempat tanya, kamu enggak sayang pada karier yang sudah kamu bangun? Aku jawab enggak, kok, aku senang," celoteh wanita yang menempuh pendidikan magisternya di Belanda. 

Berbekal kecintaannya pada kegiatan traveling dan tabungan dana, di bawah bendera Travel Sparks Nila membuka tur privat sesuai kebutuhan klien khusus di Labuan Bajo, Pulau Komodo, dan sekitarnya. Bisnis Nila segera diminati terutama oleh masyarakat asing. Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, adalah salah seorang kliennya.

"Waktu itu, Pak Moazzam ingin menginap di hotel yang berkarakter dan tinggal di rumah penduduk," tutur Nila. 

Tahun lalu, Nila meluncurkan buku Lembar-lembar Pelangi, menceritakan pengalamannya mendirikan Taman Bacaan Pelangi. Misinya sederhana, hanya ingin menginspirasi anak muda melakukan perubahan.

"Mudah-mudahan mereka tergerak membantu, tidak mesti lewat Taman Bacaan Pelangi," kata peraih penghargaan Kartini Next Generation Awards 2013 ini. 

Meski telah membawa banyak perubahan bagi anak-anak di wilayah timur Indonesia, Nila akan tetap membangun perpustakaan hingga semua anak di sana bisa mengakses buku. "Antusiasme anak-anak itulah yang membuatku tetap bersemangat," pungkas dia. 

(yuri / gur)

Sumber: tabloidbintang.com


Demikianlah Artikel Nila Tanzil Membangun Puluhan Perpustakaan untuk Anak-anak Indonesia Timur

Sekianlah artikel Nila Tanzil Membangun Puluhan Perpustakaan untuk Anak-anak Indonesia Timur kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Nila Tanzil Membangun Puluhan Perpustakaan untuk Anak-anak Indonesia Timur dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/nila-tanzil-membangun-puluhan.html
Powered by Blogger.