Header Ads

PBNU: Sekolah sehari penuh tidak perlu diformalkan

PBNU: Sekolah sehari penuh tidak perlu diformalkan - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul PBNU: Sekolah sehari penuh tidak perlu diformalkan, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : PBNU: Sekolah sehari penuh tidak perlu diformalkan
link : PBNU: Sekolah sehari penuh tidak perlu diformalkan

Baca juga


PBNU: Sekolah sehari penuh tidak perlu diformalkan

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj menyatakan bahwa kebijakan sekolah sehari penuh (full day school) selama lima hari dalam seminggu bagi siswa tidak perlu diformalkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) maupun dalam Peraturan Menteri.

"Saya kira Perpres akan membatalkan. Kalau jawabannya optional, sekarang juga optional, artinya silakan saja lima hari. Sekarang sudah jalan, ada sekolah yang lima hari sekarang ini, tapi tidak usah diformalkan dalam peraturan karena dampaknya, biasnya, ke mana-mana kalau sudah ada perpresnya. Sekarang saja sudah ada yang lima hari," katanya di Jakarta, Selasa.

Usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, ia menyatakan: "Presiden memahami, betul memahami betul, karena bayangkan ulama-ulama
akan tersinggung dan akan, kalau boleh dibilang, akan marah kalau full
day school
dilaksanakan."

Ia juga menegaskan bahwa hal ini bukan masalah Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah
karena Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berasal dari
Muhammadiyah.

(Baca juga: Mendikbud tegaskan tidak ada program "full day school")

"Saya tadi menyampaikan salam dari para kiai-kiai pesantren, yang semua menolak sekolah lima hari karena nanti sekolah agama
yang dimulai setelah Dzuhur tergusur. Madrasah-madrasah yang jumlahnya
76.000 di seluruh Indonesia milik NU yang dibangun masyarakat akan
tergusur," ujarnya, mengutip suasana pertemuannya dengan Presiden Jokowi.

Menurut Said, madrasah juga memiliki tradisi-tradisi yang dapat
hilang bila sekolah sehari penuh selama lima hari dalam seminggu diimplementasikan secara menyeluruh.

(Baca juga: Muhammadiyah minta Presiden kuatkan sekolah seharian)

"Bila pertimbangannya agar anak-anak itu bisa untuk pembentukan
karakter, ya sekarang sudah berjalan. Karakter telah terbentuk lewat
madrasah-madrasah itu, dan pesantren-pesantres sudah aman saja. Justru
kalau begitu, kita khawatirkan malah akan jadi radikal bila tanpa
madrasah," ujarnya.

Presiden Jokowi akan mengupayakan untuk membatalkan Peraturan Mendikbud mengenai sekolah sehari penuh tersebut, demikian KH Said Aqil Siraj.

(Baca juga: Maruf Amin: Ppresiden tingkatkan regulasi sekolah lima hari)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2017



Sumber: antaranews.com


Demikianlah Artikel PBNU: Sekolah sehari penuh tidak perlu diformalkan

Sekianlah artikel PBNU: Sekolah sehari penuh tidak perlu diformalkan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel PBNU: Sekolah sehari penuh tidak perlu diformalkan dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/pbnu-sekolah-sehari-penuh-tidak-perlu.html
Powered by Blogger.