SOLOPOS HARI INI : Tren Swafoto: Demi Citra Abaikan Nyawa
Judul : SOLOPOS HARI INI : Tren Swafoto: Demi Citra Abaikan Nyawa
link : SOLOPOS HARI INI : Tren Swafoto: Demi Citra Abaikan Nyawa
SOLOPOS HARI INI : Tren Swafoto: Demi Citra Abaikan Nyawa
Solopos hari ini mengulas tentang Swafoto yang berujung petaka.
Solopos.com, SOLO – Semakin majunya teknologi kamera di ponsel membuat tren swafoto atau selfie menjadi semakin digemari. Sayangnya, tren swafoto yang bertujuan untuk menunjukkan eksistensi itu kerap dilakukan tanpa pertimbangan resikonya. Hal ini memunculkan swafoto berujung petaka.
Peristiwa swafoto berujung petaka terbaru terjadi Sabtu (8/7) malam di Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Klaten. Dua remaja meregang nyawa karena tertabrak kereta api saat asyik swafoto.
Berita mengenai swafoto berujung petaka menjadi headline Harian Umum Solopos, Senin (10/7/2017). Selain berita tersebut ada berita tentang mata-mata di komplotan perambok dan peluang bisnis Food Truck.
Simak cuplikan berita halaman utama Harian Umum Solopos edisi Senin 10 Juli 2017;
TREN SWAFOTO: Demi Citra Abaikan Nyawa
Swafoto atau selfie yang menjadi ekspresi diri untuk eksistensi kerap menjadikan pelakunya melupakan bahaya sehingga bisa merenggut nyawa.
Terakhir dua remaja meninggal karena tertabrak kereta api (KA) di Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Klaten, Sabtu (8/7) malam.
Berswafoto dengan beragam cara yang unik agar mendapat perhatian, menurut pengamat budaya yang merupakan Kaprodi S3 Kajian Budaya Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof. Bani Sudardi, merupakan cara manusia eksis di tengah masyarakat.
Selfie adalah eksistensi dalam bentuk modern sementara zaman dulu bentuknya hanya menulis, memahat, atau mencoret-coret pohon. ”Ekspresi diri untuk eksistensi itu merupakan alasan selfie. Mereka [pelaku selfie] menjadi lupa dengan bahaya lingkungan asal mendapat perhatian banyak orang. Ada unsur ketergesaan di situ, instan, menjadi yang pertama, eksis,” kata dia saat dihubungi Espos, Minggu (9/7).
Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/
KRIMINALITAS DI BOYOLALI: Dijadikan Mata-Mata, Perempuan Ikut Komplotan Perampok
Jajaran Polres Boyolali dan Polda Jateng membekuk tujuh anggota komplotan perampok yang selama ini beraksi empat kali di Kecamatan Cepogo dan Kemusu, Boyolali. Seorang pelaku yang merupakan perempuan menjadi mata-mata dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT).
Informasi yang dihimpun Espos, Minggu (9/7), anggota komplotan pelaku perampokan itu adalah Rasidi alias Kantong, 42; Setiyono alias Remos, 43; Mulyadi, 35; Agung Hariyanto, 32; Nugroho, 35; Randi, 32; dan Triyani alias Anik, 35.
Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/
PELUANG BISNIS: Menjemput Pembeli dengan Food Truck
Penghuni rumah di Jl. Banjir Kanal No. 24, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, tengah sibuk pada Minggu (9/7) siang. Seratusan sosis seukuran dua ibu jari orang dewasa tertata di sebuah baskom berukuran cukup besar. Satu persatu, sosis-sosis itu ditusuk dengan sunduk bambu.Di depan rumah tersebut terdapat tanah lapang dengan kontur bergelombang yang ditumbuhi gulma.
Di tengah-tengah lapangan itu, terparkir tiga unit kendaraan roda empat berbagai merk, salah satunya adalah Foton keluaran 2011.
Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/
<!--lowongan kerja Tunas Jaya Motor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Demikianlah Artikel SOLOPOS HARI INI : Tren Swafoto: Demi Citra Abaikan Nyawa
Anda sekarang membaca artikel SOLOPOS HARI INI : Tren Swafoto: Demi Citra Abaikan Nyawa dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/solopos-hari-ini-tren-swafoto-demi.html
Post a Comment