Teror di Mabes Polri, PAN Pertanyakan Penanganan Radikalisasi
Judul : Teror di Mabes Polri, PAN Pertanyakan Penanganan Radikalisasi
link : Teror di Mabes Polri, PAN Pertanyakan Penanganan Radikalisasi
Teror di Mabes Polri, PAN Pertanyakan Penanganan Radikalisasi
Tim Gegana Jihandak menjinakkan benda diduga bom di depan Mabes Polri, Jumat (30/6).
(Dery Ridwansyah/Jawa Pos)
JawaPos.com - Tindakan penusukan terhadap anggota Polri saat salat berjamaah di Masjid dekat markas Korps Bhayangkara itu menuai kecaman dari sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Anggota Komisi III DPR Daeng Muhammad.
"Saya mengecam perilaku teror," tegasnya kepada JawaPos.com, Sabtu (1/7).
Kendati demikian, dia tidak mau berasumsi kenapa polisi dan aparat penegak hukum yang menjadi korban teror belakangan ini. Sebelumnya diketahui Mapolres Sumatera Utara pun diserang oleh terduga teroris.
Namun yang pasti, dia meminta aparat negara melakukan tindakan antisipasi atau pencegahan terhadap aksi teror lanjutan. Salah satunya dengan menguatan deteksi dini.
Deteksi dini tidak harus dibebankan sepenuhnya kepada Badan Intelijen Negara (BIN). "Jadi enggak bisa kita mengadalkan satu intitusi negara tapi semua lembaga negara harus punya peran aktif," jelas Daeng.
Pelaku penusukan terhadap anggota Brimob di depan Masjid Falatehan, Jakarta Selatan.
(Elfany Kurniawan/JawaPos.com)
Politikus PAN itu juga berharap aparat melakukan pendekatan persuasif dalam upaya deradikalisasi. Sebab, jika upaya deradikalisasi dengan cara dan pendekatan yang salah, akibatnya muncul radikalisasi baru dan kemungkinan muncul teror baru.
Kata Daeng, penyelesaian kasus-kasus teror harus komperehensif. Dicari dan ditelusuri akar persoalan kenapa muncul kelompok radikal yang melakukan teror. Persoalan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian semata tapi juga semua komponen masyarakat.
"Pertanyaannya apakah penanganan radikalisasi yang dilakukan oleh negara sudah on the track atau perlu evaluasi menyeluruh?" tuturnya.
Sementara dia menerangkan, DPR bersama pemerintah tengah merampungkan Rancangan Undang-Undang tentang Terorisme. Perdebatan yang muncul soal pelibatan TNI dalam upaya pemberantasan terorisme itu sendiri.
Daeng enggan masuk dalam perdebatan tersebut. Namun dia berharap agar Pansus RUU Terorisme mampu membuat undang-undang yang tidak memunculkan persoalan. "Tapi menjadi solusi dari semua persoalan yang ada dalam penangan tindak pidana terorisme," pungkas legislator asal Jawa Barat itu. (dna/JPG)
Alur Cerita Berita
Rekomendasi Untuk Anda
Demikianlah Artikel Teror di Mabes Polri, PAN Pertanyakan Penanganan Radikalisasi
Anda sekarang membaca artikel Teror di Mabes Polri, PAN Pertanyakan Penanganan Radikalisasi dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/teror-di-mabes-polri-pan-pertanyakan.html
Post a Comment