Kerja Sama Indomalphi Sepakat Tumpas Kelompok Radikal
Judul : Kerja Sama Indomalphi Sepakat Tumpas Kelompok Radikal
link : Kerja Sama Indomalphi Sepakat Tumpas Kelompok Radikal
Kerja Sama Indomalphi Sepakat Tumpas Kelompok Radikal
Jika sebelumnya ancaman datang hanya dari pembajak meneror kapal-kapal yang melintas di perairan perbatasan, saat ini bertambah dengan teror kelompok radikalisme ISIS dan sayap-sayapnya.
Menhan sendiri mengaku tidak kaget dengan kehadiran ISIS di Asia Tenggara. Karena ia sudah diketahui sejak satu setengah tahun lalu. Dimana, wilayah Filipina bagian selatan, dijadikan sebagai basis kelompok pemberontak.
Hingga saat ini, ISIS di Filipina cukup mengancam stabilitas keamanan negara berjuluk Lumbung Padi itu. Menhan mencatat, ada 22 paksi atau kelompok militan dari sayap ISIS yang tersebar di Filipina bagian selatan.
Lima paksi di antaranya memiliki kekuatan yang tidak bisa disepelekan karena memiliki kekuatan yang cukup besar. Bahkan, beberapa di antaranya sudah membentuk organisasi ISIS seperti di Suriah dan Irak. Kekuatan ISIS sendiri di Filipina mencapai 1.267 orang.
Sebenarnya, beber mantan KASAD era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, ISIS tidak hanya berkembang di Filipina, bahkan sudah menjalar ke negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Indonesia dan Malaysia.
“Di sini (Indonesia) dia membuat Indonesia Islamic State, kemudian Malaysia bernama Katibah Nusantara,” sebut jenderal purnawirawan bintang empat itu.
ISIS yang berkembang di Indonesia, kata Ryamizard Ryacudu, merupakan bagian dari kelompok ISIS di Filipina. Ia mencatat, ada 40 warga Indonesia yang bergabung dengan ISIS, yang kemudian mengembangkan kelompok itu di Indonesia. Bahkan sekarang sudah mencapai 29 kelompok.
Pemerintah Indonesia sendiri sudah menyatakan sikap tegasnya terhadap keberadaan ISIS. Ryamizard menegaskan tidak memberikan sedikit pun ruang bagi ISIS untuk berkembang lebih besar di Indonesia dan di Asia Tenggara.
“Yang penting kita harus waspada. Ini patroli dan latihan bersama adalah pesan bagi ISIS, jangan macam-macam. Saya sudah sampaikan dengan Menhan Malaysia dan Filipina, hajar saja, kami di belakang. Tidak ada alasan, tidak ada ruang bagi ISIS di sini (Asia Tenggara). Sebelum besar kita harus hancurkan,” tegasnya.
Ryamizard menambahkan, ke depan perlu dikembangkan lagi kerja sama pertahanan negara-negara Asia Tenggara. Sebab, kerja sama ini penting untuk mendukung operasi dalam rangka menumpas ISIS. “Kita tidak bisa melaksanakan apa-apa kalau tidak ada intelijen,” imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Malaysia YB Dato’ Seri Hishammuddin Tun Hussein juga menegaskan sikap menolak keberadaan ISIS di Asia Tenggara. “Bagi saya ini merupakan suatu yang amat bersejarah, sekaligus membuktikan bahwa ASEAN bersungguh-sungguh ingin memerangi apa jua ancaman yang menggugat keselamatan di rantau kita. Di sini saja ada lima negara, sesungguhnya kita dapat memastikan lima negara lain, bersama-sama untuk berdepan dengan ancaman yang paling utama yakni ISIS dan DS,” tegas YB Dato’ Seri Hishammuddin Tun Hussein.
Hishammuddin mengaku dibutuhkan kerja sama dalam menumpas ISIS di Asia Tenggara. Sebab, keberadaan ISIS sudah menjadi ancaman yang sangat besar. Karena itu, ia mendukung upaya yang dilakukan negara-negara Asia Tenggara dalam memberantas ISIS. Termasuk kerja sama MCC dan TMP Indomalphi. (mrs/fen/fab/JPG)
Demikianlah Artikel Kerja Sama Indomalphi Sepakat Tumpas Kelompok Radikal
Anda sekarang membaca artikel Kerja Sama Indomalphi Sepakat Tumpas Kelompok Radikal dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/kerja-sama-indomalphi-sepakat-tumpas.html
Post a Comment