Header Ads

Ketika Wartawan Memerankan Adegan Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

Ketika Wartawan Memerankan Adegan Penyiraman Air Keras Novel Baswedan - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Ketika Wartawan Memerankan Adegan Penyiraman Air Keras Novel Baswedan, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Ketika Wartawan Memerankan Adegan Penyiraman Air Keras Novel Baswedan
link : Ketika Wartawan Memerankan Adegan Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

Baca juga


Ketika Wartawan Memerankan Adegan Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

Saat dalam perjalan ke rumahnya, tiba-tiba pemeran penyidik KPK Novel Baswedan tersebut, dihampiri seorang pengendara motor yang berboncengan.

Sejurus kemudian, tanpa basa basi, Agus Dwi Prasetyo (wartawan Jawa Pos) yang memerankan sebagai pihak pelaku satu, langsung menyiramkan cairan air keras dalam cangkir yang dipegangnya. “ Novel ’’ teriak pelaku satu kepada Novel.


Marcia Audita, jurnalis salah satu media online saat membacakan puisi di depan gedung KPK Selasa (20/6)
(Ist For JawaPos.com)

Usai menyiramkan cairan tersebut ke wajah Novel, pelaku satu pun langsung meminta pelaku dua yang diperankan Dedi Muhsoni (wartawan Jak TV), tancap gas meninggalkan Novel Baswedan.

Dilain pihak atas siraman air keras tersebut, sejurus kemudian Novel mengerang kesakitan dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Selanjutnya mantan Kasatreskrim Polresta Bengkulu tersebut, berlari ke arah Masjid lagi, sembari berteriak meminta pertolongan.

Penggalan cerita di atas bukanlan kejadian rekonstruksi ulang yang dilakukan pihak kepolisian atas perkara penyiram air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan. Namun, cerita di atas adalah aksi teatrikal peristiwa penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan, dan diperankan oleh sejumlah wartawan.

Aksi ini dilakukan, selain untuk memperingati hari ulang tahun Novel Baswedan yang ke – 40, juga sebagai bentuk pesan kepada Presiden Joko Widodo, agar mau membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) seperti pada saat penggungkapan perkara pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib.

‘’Ini bentuk pesan kami sebagai jurnalis anti korupsi, bahwa kami sebagai masyarakat dan jurnalis tidak tidur untuk mengawasi kinerja Polri ‘’ ujar Kuswandi, koordinator massa aksi, saat membuka acara di lobi gedung KPK Jakarta, Selasa (20/6).

Senada dengan Kuswandi, Sabir Lalahu mengatakan, aksi yang dilakukan sejumlah jurnalis yang sehari-hari bertugas di KPK ini, juga dilakukan agar wartawan juga harus waspada, karena rentan dengan berbagai ancaman.’’ Novel Baswedan saja diserang, apalagi kita yang cuma wartawan, ‘’ cetus jurnalis Koran Sindo ini.

Dalam aksi damai ini, selain digelar aksi teatrikal, juga dilakukan aksi baca puisi. Aksi baca puisi dengan judul ‘’ Sang Pejuang ‘’ tersebut, dibacakan oleh jurnalis media online kumparan.com Marcia Audita. Usai pembacaan puisi selesai, setelah perwakilan wadah pegawai KPK memberikan sambutan, kemudian acara ditutup dengan doa bersama untuk kesembuhan Novel Baswedan dan kelancaran pemberantasan korupsi di Indonesia. (wnd/jpg)

Sumber: jawapos.com


Demikianlah Artikel Ketika Wartawan Memerankan Adegan Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

Sekianlah artikel Ketika Wartawan Memerankan Adegan Penyiraman Air Keras Novel Baswedan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Ketika Wartawan Memerankan Adegan Penyiraman Air Keras Novel Baswedan dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/ketika-wartawan-memerankan-adegan.html
Powered by Blogger.